Rabu, 17 April 2019

Dengue Haemorrahagic Fever


Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)


A. Definisi Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) merupakan komplikasi dari demam Dengue yang memburuk. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus yang dikenal dengan nama virus dengue yang ditandai dengan demam berdarah 2 sampai 7 hari tanpa sebab yang jelas lemas, lesu, gelisah, nyeri ulu hati disertai tanda perdarahan dikulit berupa bintik perdarahan.
Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/ DBD (dengue haemorrahagic fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai dengan leukopenia, ruam, limpadenopati, trombositopeniadan ditesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi (penigkatan hematocrit) atau penumpukan cairan dirongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue syok syndrome) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok (Sudoyo Aru, dkk 2009).
DHF adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, kapiler dan pada system pembekuan sehingga mengakibatkan perdarahan (Antoe, 2007).
DHF adalah penyakit demam akut dengan ciri-ciri demam dan manifestasi perdarahan, serta bertendensi mengakibatkan renjatan yang mengakibatkan kematian (Mansjoer, Arif. 2000).

B.     Penyebab dan Faktor Resiko DHF

Timbulnya suatu penyakit dapat diterangkan melalui konsep segitiga epidemiologi, yaitu:
1.      Virus Dengue
Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam arbovirus group B, virus dengue terdiri dari empat tipe dan keempat tipe virus dengue terdapat di Indonesia dan dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara srologis virus dengue yang termasuk dalam genus flavivirus ini berdiameter 40 nonometer dapat berkembang biak dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan baik yang berasal dari sel-sel mamalia misalnya sel BHK ( babby Homster Kidney) maupun sel-sel Arthopoda misalnya sel aedes Albopictus(Soedarto, 1990; 36).
2.      Vector Virus
Dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vector yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vector yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibody seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe jenis lainnya (Arief Mansjoer & Suphrohaita; 2000; 420).
Nyamuk aedes aegypti maupun aedes albociptus merupakan vector penularan virus dengue dari penderita kepada orang lainnya melalui gigitannya nyamuk aedes aegypti merupakan vector penting di daerah perkotaan (viban) sedangkan daerah pedesaan (rural) kedua nyamuk tersebut berperan dalam penularan. Nyamuk aedes aegypti berkembang biak pada genangan air bersih yang terdapat bejana-bejana yang terdapat di dalam rumah (aedes aegypti) maupun yang terdapat diluar rumah di lubang-lubang pohon di dalam potongan bamboo, dilipatan daun, dan digenangan air bersih alami lainnya (aedes albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai menghisap darah korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan senja hari. ( soedarto, 1990; 37).

3.      Host
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemorhagic Fever (DHF) akan terjadi jka seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dengan pula terjadi pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia telah mendapatkan imunitas tehadap dengue dari ibunya melalui plasenta (Soedarto, 1990; 38).
Faktor-faktor yang mempengaruhi manusia dalam penyakit Dengue Haemorhagic Fever (DHF) yaitu :
1.      Umur
Umur adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepekaan terhadap infeksi virus dengue. Semua golongan umur dapat terserang virus dengue, meskipun baru berumur beberapa hari setelah lahir.
2.      Nutrisi
Gizi yang baik yang memengaruhi peningkatan antibodi dan karena ada reaksi antigen dan antibodi yang cukup baik,maka terjadi infeksi virus dengue yang berat.
3.      Populasi
Kepadatan penduduk yang tinggi akan mempermudah terjadinya infeksi virus dengue, karena daerah yang berpenduduk padat bisa menjadikan daerah tersebut tidak bersih.
4.      Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk memegang peranan penting pada transmisi penularan infeksi virus dengue.

C.     Tanda dan Gejala DHF

1.      Demam
Demam terjadi secara mendadak berlangsung selama 2-7 hari kemudian turun menuju suhu normal atau lebih rendah. Beersamaan dengan berlangsung demam, gejala-gejala klinik yang tidak spesifik misalnya anoreksia, nyeri punggung, nyeri tulang, dan persendian, nyeri kepala dan rasa lemah dapat menyertainya. (Soedarto, 1990; 39).
2.      Perdarahan
Perdarahan bianya terjadi pada hari ke 2 dan ke 3 dari demam dan umumnya terjadi pada kulit dan dapat berupa uji torchnigue yan positif mudah terjadi perdarahan pada tempat fungsi vena, peteki dan purpura (Soedarto, 1990; 39).
Pendarahan ringan hingga sedang dapat terlihat pada saluran cerna bagian atas hingga menyebabkan haematemesis (Nelson, 1993; 296).
Perdarahan gastrointesinat biasanya di dahului dengan nyeri perut yang hebat (Ngastiyah, 1995 ; 349)
3.      Hepatomegali
Pada permulaan dari demam biasanya hati sudah teraba, meskipun pada anak yang kurang gixi hati juga sudah. Bila terjadi peningkatan dari hepatomegaly dan hati teraba kenyal harus diperhatikan kemungkinan akan terjadi renjatan pada penderita (Soedarto, 1995; 39)
4.      Renjatan (Syok)
Permulaan syok biasanya terjadi pada hari ke 3 sejak sakitnya penderita, dimulai dengan tanda-tanda kegagalan sirkulasi yaitu kulit lembab, dingin pada ujung hidung, jari tangan, jari kaki serta sianosis disekitar mulut. Bila syok terjadi pada masa demam maka biasanyan menunjukan prognosis yang bururk (Soedarto ; 39).

D.        Cara Penularan DHF

Nyamuk aedes aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit demam berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk. Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam. Bila penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan masuk terhisap dalam lambung nyamuk.
Selanjutnya, virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk, termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita, nyamuk tersebt siap menularkan kepada orang lain (masa inkubasi ekstrinsik). Virus ini akan berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, nyamus aedes aegypti yang telah menghisap virus dengue menjadi penular sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menusuk (menggigit), sebelumnya menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui alat tusuknya agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersamaan air liur tersebut virus dengue dipindahkan dari nyamuk keorang lain.
Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dar orang yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar