Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)
A. Definisi Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)
Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrahagic
Fever (DHF) merupakan komplikasi dari demam Dengue yang memburuk. Demam
Berdarah Dengue (DBD) adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh
salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus yang dikenal
dengan nama virus dengue yang ditandai dengan demam berdarah 2 sampai 7 hari
tanpa sebab yang jelas lemas, lesu, gelisah, nyeri ulu hati disertai tanda
perdarahan dikulit berupa bintik perdarahan.
Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/ DBD
(dengue haemorrahagic fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi
yang disertai dengan leukopenia, ruam, limpadenopati, trombositopeniadan
ditesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan
hemokonsentrasi (penigkatan hematocrit) atau penumpukan cairan dirongga tubuh.
Sindrom renjatan dengue (dengue syok syndrome) adalah demam berdarah dengue
yang ditandai oleh renjatan/syok (Sudoyo Aru, dkk 2009).
DHF adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus
dengue yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, kapiler dan pada system
pembekuan sehingga mengakibatkan perdarahan (Antoe, 2007).
DHF adalah penyakit demam akut dengan ciri-ciri
demam dan manifestasi perdarahan, serta bertendensi mengakibatkan renjatan yang
mengakibatkan kematian (Mansjoer, Arif. 2000).
B.
Penyebab dan Faktor Resiko DHF
Timbulnya
suatu penyakit dapat diterangkan melalui konsep segitiga epidemiologi, yaitu:
1. Virus
Dengue
Virus dengue yang
menjadi penyebab penyakit ini termasuk ke dalam arbovirus group B, virus dengue
terdiri dari empat tipe dan keempat tipe virus dengue terdapat di Indonesia dan
dapat dibedakan satu dari yang lainnya secara srologis virus dengue yang
termasuk dalam genus flavivirus ini berdiameter 40 nonometer dapat berkembang
biak dengan baik pada berbagai macam kultur jaringan baik yang berasal dari
sel-sel mamalia misalnya sel BHK ( babby Homster Kidney) maupun sel-sel
Arthopoda misalnya sel aedes Albopictus(Soedarto, 1990; 36).
2. Vector
Virus
Dengue serotipe 1, 2,
3, dan 4 yang ditularkan melalui vector yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk
aedes albopictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan
vector yang kurang berperan. Infeksi dengan salah satu serotipe akan
menimbulkan antibody seumur hidup terhadap serotipe bersangkutan tetapi tidak
ada perlindungan terhadap serotipe jenis lainnya (Arief Mansjoer &
Suphrohaita; 2000; 420).
Nyamuk aedes aegypti
maupun aedes albociptus merupakan vector penularan virus dengue dari penderita
kepada orang lainnya melalui gigitannya nyamuk aedes aegypti merupakan vector
penting di daerah perkotaan (viban) sedangkan daerah pedesaan (rural) kedua
nyamuk tersebut berperan dalam penularan. Nyamuk aedes aegypti berkembang biak
pada genangan air bersih yang terdapat bejana-bejana yang terdapat di dalam
rumah (aedes aegypti) maupun yang terdapat diluar rumah di lubang-lubang pohon
di dalam potongan bamboo, dilipatan daun, dan digenangan air bersih alami
lainnya (aedes albopictus). Nyamuk betina lebih menyukai menghisap darah
korbannya pada siang hari terutama pada waktu pagi hari dan senja hari. (
soedarto, 1990; 37).
3. Host
Jika seseorang mendapat infeksi
dengue untuk pertama kalinya maka ia akan mendapatkan imunisasi yang spesifik
tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin untuk terinfeksi virus dengue
yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya. Dengue Haemorhagic Fever (DHF)
akan terjadi jka seseorang yang pernah mendapatkan infeksi virus dengue tipe tertentu
mendapatkan infeksi ulangan untuk kedua kalinya atau lebih dengan pula terjadi
pada bayi yang mendapat infeksi virus dengue untuk pertama kalinya jika ia
telah mendapatkan imunitas tehadap dengue dari ibunya melalui plasenta
(Soedarto, 1990; 38).
Faktor-faktor
yang mempengaruhi manusia dalam penyakit Dengue Haemorhagic Fever (DHF) yaitu :
1. Umur
Umur adalah salah satu
faktor yang mempengaruhi kepekaan terhadap infeksi virus dengue. Semua golongan
umur dapat terserang virus dengue, meskipun baru berumur beberapa hari setelah
lahir.
2. Nutrisi
Gizi yang baik yang
memengaruhi peningkatan antibodi dan karena ada reaksi antigen dan antibodi
yang cukup baik,maka terjadi infeksi virus dengue yang berat.
3. Populasi
Kepadatan penduduk yang
tinggi akan mempermudah terjadinya infeksi virus dengue, karena daerah yang
berpenduduk padat bisa menjadikan daerah tersebut tidak bersih.
4. Mobilitas
Penduduk
Mobilitas penduduk memegang peranan
penting pada transmisi penularan infeksi virus dengue.
C.
Tanda dan Gejala DHF
1. Demam
Demam terjadi secara
mendadak berlangsung selama 2-7 hari kemudian turun menuju suhu normal atau
lebih rendah. Beersamaan dengan berlangsung demam, gejala-gejala klinik yang
tidak spesifik misalnya anoreksia, nyeri punggung, nyeri tulang, dan persendian,
nyeri kepala dan rasa lemah dapat menyertainya. (Soedarto, 1990; 39).
2. Perdarahan
Perdarahan bianya
terjadi pada hari ke 2 dan ke 3 dari demam dan umumnya terjadi pada kulit dan
dapat berupa uji torchnigue yan positif mudah terjadi perdarahan pada tempat
fungsi vena, peteki dan purpura (Soedarto, 1990; 39).
Pendarahan ringan
hingga sedang dapat terlihat pada saluran cerna bagian atas hingga menyebabkan
haematemesis (Nelson, 1993; 296).
Perdarahan
gastrointesinat biasanya di dahului dengan nyeri perut yang hebat (Ngastiyah,
1995 ; 349)
3. Hepatomegali
Pada permulaan dari
demam biasanya hati sudah teraba, meskipun pada anak yang kurang gixi hati juga
sudah. Bila terjadi peningkatan dari hepatomegaly dan hati teraba kenyal harus
diperhatikan kemungkinan akan terjadi renjatan pada penderita (Soedarto, 1995;
39)
4. Renjatan
(Syok)
Permulaan syok biasanya
terjadi pada hari ke 3 sejak sakitnya penderita, dimulai dengan tanda-tanda
kegagalan sirkulasi yaitu kulit lembab, dingin pada ujung hidung, jari tangan,
jari kaki serta sianosis disekitar mulut. Bila syok terjadi pada masa demam
maka biasanyan menunjukan prognosis yang bururk (Soedarto ; 39).
D. Cara Penularan DHF
Nyamuk
aedes aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit demam berdarah. Cara
penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi
virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk.
Virus dengue berada dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam.
Bila penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) digigit nyamuk penular, maka virus
dalam darah akan masuk terhisap dalam lambung nyamuk.
Selanjutnya,
virus akan memperbanyak diri dan tersebar diberbagai jaringan tubuh nyamuk,
termasuk didalam kelenjar liurnya. Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah
penderita, nyamuk tersebt siap menularkan kepada orang lain (masa inkubasi
ekstrinsik). Virus ini akan berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh
karena itu, nyamus aedes aegypti yang telah menghisap virus dengue menjadi
penular sepanjang hidupnya. Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk
menusuk (menggigit), sebelumnya menghisap darah akan mengeluarkan air liur
melalui alat tusuknya agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersamaan air liur
tersebut virus dengue dipindahkan dari nyamuk keorang lain.
Kemudian
nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dar orang
yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan
menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar